AntaRa PemKot daN PkL II

Seperti yang sudah saya tulis pada tulisan sebelumnya,bahwa masih menjadi teka teki siapa yang salah dan siapa yang benar.Semua saling membenarkan tindakan mereka.Pemerintah tak mau menghoraukan kemauan pedagang,begitupula pedagang,tidak mau menuruti kemauan pemerintah.

Ok agar kita tidak salah menilai siapa yang salah dan siapa yang benar,kita kaji ulang,kita bahas,agar kita semua tau siapa sebenarnya yang patut disalahkan.

Kita mulai dari PKL.

Sekarang banyak sekali para pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan barang daganganya di pinggir2 jalan. Kalau itu dianggap mengganggu oleh pemerintah,mungkin benar juga.Karena memang ada sebagian pedagang kaki lima yang kurang tertib.Semisal.mereka menggelar daganganya hampir masuk ke jalan,atu mungkin mereka tidak ikut peduli terhadap kebersihan lingkungan yang mengakibatkan keindahan kota agak terganggu.Dan mungkin tempat yang mereka pilih itulah yang menjadi masalah bagi pemerintah,.(entah lah karena alasan apa).

Kita tinjau dari posisi pemerintah.

Pemerintah sebagai pusat dari segala bentuk kegiatan,dan usaha,adalah yang bertanggung jawab atas kemajuan dari lingkungan.masyarakat.Mereka berhak dan wajib,mengatur masyarakat dami kemajuan negara (daerah).Tapi dengan hal dan kewajiban mereka itu,tidak dibenarkan untuk dijadikan alasan untuk melakukan apapun,sesuai dengan kemauan mereka sendiri.Seperti yang sudah saya kemukakan ditulisan saya sebelumnya,bahwa pemerintah sendiri juga harus bisa mengerti apa kemauan,tujuan,dan hak para pedagang.Pemerintah harus mau memikirkan nasib mereka.Pemerintah harus bisa tau kenapa mereka memilih tempat itu sebagai tempat untuk menjajakan dagangan mereka.Mungkin karena daerah itu ramai pembeli,atau apalah.Memang benar keindahan kota harus kita jaga.Dan itu bukan hanya tanggug jawab pemerintah saja,tetapi tanggung jawab kita bersama,sebagai warga.Da apabila ada sebuah penggusuran,tindakan itu sah,benar,dan tidak melanggar hukum.Nah yang jadi masalah adalah tata cara penggusuran itu.Sudah sering sekali saya dengar dari berita,ataupun keluhan dari pedagang itu sendiri,bahwa terkadang penggusuran terjadi tanpa pemberi tahuan terlebih dahulu.(mendadak).Padahal segala kegiatan yang bersifat keperintahan (resmi)seharusnya ada surat pemberitahuan (surat perintah) dari pusat.Tetapip sering kali penggusuran dilakukan tanpa ada satupun pedagang yang mendapatkan surat itu dari pemerintah(aparat).

Dan yang lebih disayangkan lagi,adalah tindakan aparat pelaku penggusuran itu yang sering sewenang wenang memperlakukan pwdagang.Kalau ada sebagian atau mungkin seluruh pedagang yang berontak,itu adalah wajar.Karena semua orang tidak mau kalau sumber penghidupan mereka ada yang mengganggu.Apa lagi tabpa pemberitahuan terlebih dahulu,atau tanpa ada solusi lain dari pemerintah.Tapi apakah wajar kalu ada sebagian atau mungkin semua aparat juga meluapka emosi mreka disaat menggusur??????Apakah setiap penggusuran itu selalu identik dengan yang namanya kekerasan.????Kalaupun para pedagang yang salah (mengganggu keindahan kota)apakah itu adalah hukuman buat mereka????Bukankah dinegara kita dilarang ada acara main hakim sendiri…Apakah peraturan itu hanya berlaku terhadap masyarakat saja???Apakah peraturan itu tidak berlaku bagi para aparat????Dan apakah enggusuran selalu diakhiri dengan penyitaan????Kemanakah larinya barang sitaan itu????Dan apakah itu bukan merupakan tindak kriminal (perampasan/pencurian)?????(karena diambil tanpa ijin dari sipemilik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: