Peraturan atau permainan????

Sudah tidak asing lagi kalau kita mendengar kalimat “ pertaruran dibuat untuk ditaati oleh semua warga di dalamnya”.Sebenarnya apa siy arti kalimat tersebut ????

Apa sih arti dari kata peraturan itu sendiri ??

Apakah peraturan itu berarti sesuatu yang memberatkan?Atau mungkin sesuatu yang merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak yang lain?Apakah setiap peraturan selalu berujung dengan sanksi yang hanya berlaku pada anggotanya,dan tidak untuk si pembuat peraturan itu sendiri?Dan apakah sanksi itu sendiri salalu berupa materi?Siapa sajakah yang berhak membuat peraturan,dan siapa saja yang harus menaati semua peraturan itu?Dan atas dasar apa peraturan itu dibikin?Belum ada satupun penjelasan yang bisa membuat aku berhenti bertanya-tanya tentang “apa sih peraturan itu ?”

Darui kelompok paling kecil,sampai tingkat Negara,bahkan dunia,selalu ada yang namanya peraturan.Tapi pelaksanaanya selalu merugikan angota,dan menguntungkan pembuat peraturan.Di sekolah misalnya,ada peraturan yang mengharuskan kepada siswanya untuk tidak terlambat.dan apabbila dilanggar siswa tersebuta akan diberi sanksi hukuman.Tapi nyatanya pihak guru atau kepala sekolah dengan santainya berangkat ke sekolah tanpa perduli waktu.Kalau siswa yang terlambat akan dihukum oleh guru,maka siaopa yng akan menghukum guru apabila dia terlambat.Itu baru di lingkup yang masih rendah,sekolah.Bagaimana dengan peraturan yang ada di Negara kita?

Permasalahan yang akan saya angkat pada tulisan saya ini adalah peraturan lalu lintas.Siapa sih yang membikin peraturan lalu lintas?Dan siapa yang menunjuk poplisi untuk mengurus aturan itu?Dan apakah para penegak peraturan itu sudah mematuhi peraturan yan mereka tegakan itu? OK kalau penggunaan helm mungkin ada benarnya juga.Itu demi keamanan kita para pengguna sepeda motor.Tapi bagaimana dengan SIM? Apa sih guna dari SIM?Dan kenapa SIM ada masa berlakunya?Dari mana SIM menjadi bukti kelayakan kita berkendara/memahami peraturan lalu lintas,kalau dengan gampangnya kita membikin SIM.Tanpa harus mengikuti ujian/tes rambu2 lalu lintas,atau praktek berkendaraan,kita bisa mendapatkan yang namanya SIM.Dan yang seharusnya orang dewasa yang berhak memegang SIM,kenapa anak SMP sekarang banyak yang mendapat SIM?APAkah SIM itu hanya sarana buat memperkaya petugas?Dan apabila entah karena apapun itu lupa membawa kelengkapan surat,atau kita melanggar rambu2 lalu lintas,kenapa harus ada denda berupa materi,yang jumlahnya berbeda-beda antara petugas yang satu dengan petugas yang lain.Kalu memang benar dengan kita melanggar aturan lalu lintas kita akan terkena denda,seharusnya setiap pelanggaran yang sama akan mendapdt denda yang sama pula.Misal kita lupa tidak membawa SIM.Padahal pelanggaran nya sama (tidak membawa SIM ) tetapi kenapa dendanya beda.Pernah beberapa kali aku kelupaan membawa yang namanya SIM,dan anehnya aku tidak pernah mendapat denda dalam jumlah yang sama.Pertama aku kena tilang,aku dapat denda 25.000 rupiah,tetapi pada waktu yang lain,dengan kasus yang sama aku kena denda yang beda.Kadang lebih banyak dari denda sebelumnya,kadang lebih sedikit.Sebenarnya yang mana sih yang benar??

Dari situlah timbul kecurigaan ku,kenapa harus berupa materi,berupa uang?Dan kemana kah uang itu sebenarnya??Kenapa bisa kita selesaikan lewat pengadilan (sidang)?Pernah aku nanya sama temen yang yang kebetulan kerja sebagai aparat (polisi)dan aku Tanya sama dia,dia jawab “kalau Cuma mengandalkan gaji pokok,kapan kita bisa balik modal.Aku daftar polisi juga ngeluarin duit yang banyak.Ga mau dong aku ngeluarin duit banyak,tanpa bisa mnghasilkan duit yang banyak pula”Jadi semua berawal dari pendaftaran yang menghabiskan banyak dana.Kenapa sih pendaftaran buat jadi polisi itu harus menggunakan duit?Dan apakah itu memang peraturan dari pemerintah?COba kalau mungkin pendaftaran itu tidak menggunakan biaya,mungkin polisi sekarang akan jauh lebih jujur lagi.

 

Satu Tanggapan to “Peraturan atau permainan????”

  1. Ini tentang apa ya postingnya?????????????
    Koq saya ga mubeng toh,,,,,ya iya lah masa ya iya toh????
    ya kan ya dong bener kan bener dong???????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: